Kumpulan Karya Tulis Roy Antares

dan Tokoh Inspiratif Lainnya

Kembalilah Nona






Aku bertapak menelusuri gulita menuju perempatan jalan
Dimana takdir mempertemukanku dengan seorang wanita
Duduk termangu disudut kursi lengang, mata menggenang, bergaun belang, tersesak menanti sesuatu nan tak kunjung datang
Tersontak aku senang, kusapa lembut penuh kasih sayang

Hai,Nona apa kabarmu?
Masih ingatkah nona denganku,
bertahun-tahun yang lalu kita adalah bagian kecil dari kota terpencil yang penuh warna
aku si pendiam dan nona layaknya mata air yang memberi kehidupan
Pertemuan kali pertama, dibangku sekolah yang terbuat dari papan kayu dikelilingi rawa
Perbincangan pertama kita mengenai tugas pelajaran yang nona tidak suka.
Bahkan semua ingatan itu masih tertata rapi dalam album kota penuh makna
Dapatkah nona mengingatku kini?

Kala itu, waktu bergulir teramat cepat,
Belum sempat bangun ucapkan perpisahan, Kesadaranku hilang perlahan.
Terjaga di bantaran jalan,dengan baju lusuh,muka lebam,dan tubuh rentan.
Hanya sebuah janji yang membuatku bisa bertahan.
Aku akan tetap hidup, demi bisa bertemu kembali dengan nona
Dahulu kita adalah sepasang kekasih.
Nan begitu serasi,sepersepsi,bahkan topik pembicaraan tidak pernah basi.
Nona selalu setia,pemerhati,dan mengerti.
Sementara aku yang pendiam, usil, namun peduli.
Kita saling melengkapi,saling mencintai setulus hati, namun kini rusak sudah janji.
Selama nona tak ada disisi,
Hanya Pahatan nama kita di sebuah pohon jati menjadi perantara imaji
Hancur rasanya hati,semua tak bisa terulang kembali.
hanya satu yang kuingin saat itu.
Nona ada disitu, tak pernah pergi! ingkar janji! Serumit apapun yang terjadi! Kita akan hadapi!
Inginku tertawa bersama nona seperti dulu lagi

Rindu rasanya…
Aku rindu disaat mendengarkan nona bercerita, sambil berjalan diantara pepohonan
Aku rindu disaat nona memeluk erat tubuh ini. di tepi pantai berpasir
Aku rindu disaat nona selalu menyemangati kala kicauan memenuhi pikirku
Cinta yang begitu tulus terpancar dari mata yang lugu..
Aku rindu… rindu.. sangat rindu…
Apakah kini kau bisa mengingatnya nona?
Tidak perlu semuanya, satu dari sejuta kisah kita saja sudah cukup..
Lebih dari cukup..
Disatu sisi senang melihatmu lagi,
Disatu sisi aku terenyuh, aku sendu..
Kenapa katamu?
lihatlah, keinginanku tidak tercapai.
Matamu kini menggenang, menampung air mata..
Aku tahu kau ingin meneteskannya,
Biarkan saja ia mengalir, nona terlalu kuat menahannya hingga bibir itu luka tergigit.
Kesedihan apalagi yang tampak dari wajah suci itu?
Jika tak hanya rupa yang sama, namun hati pun sama
satu hal yang kuminta padamu nona,
kembalilah,
Jika perpisahan telah terpatahkan oleh pertemuan,
Itu pertanda jika sepasang insan sudah ditakdirkan
kerinduan ini,perasaan ini,semua masih terjaga sekian lama
dulu kita adalah cinta yang tepat diwaktu yang salah
Kini, kita adalah cinta yang tepat di waktu yang telah digariskan
semesta sungguh menakjubkan, semua proses tertata rapih mengikuti garis cakrawala
menjadi bukti bahwa segala perjuangkan tidak pernah mengecewakan,
Kilauan bintang malam ini menjadi saksinya
Kembalilah nona…

Aku tak mau melihatmu bersedih..

~Mahasiswabiassa
Kembalilah Nona Kembalilah Nona Reviewed by Roy Ridho on June 15, 2019 Rating: 5

No comments:

Terimakasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat :)

Powered by Blogger.